dari langit kepada bumi,
dari darat kepada lautan,
sejauh timur ke barat,
sejauh utara ke selatan,
sejauh perbedaan antara kanan dan kiri,
bahkan bagai surga dan neraka,
seperti itulah kau menghempasku.
kali ini aku rasa, diantara lalu yang ada.
kau lantakkan karenaku bukan siapa-siapa dibanding dirimu.
"walau itu bukan maksudmu seperti katamu"
terdiam, dan terdiam tanpa kepastian 1 hati "hanya 1 hati",
aku pastikan senyum ini akan selalu ada,
walau setan ke iri an terus menghujam.
walau mata ini melihat kesenjangan darahnya.
walau aku tahu, ada raga yang dapat kudekap tanpa katanya.
dan aku meng-harga-inya.
bangkit dalam sayatan bilah mengoyak citra.
selamanya.
karena aku juga tahu, betapa mahalnya arti, sebuah kata "harga".
untukmu di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar